Dunia Kerja Tanpa Drama: Menciptakan SDM Gen Z yang Siap Mental, Siap Kerja
Yayasan Meira Visi Persada (MVP) kembali sukses menyelenggarakan MVP Webinar Series ke-38 bertema “Dunia Kerja Tanpa Drama: Menciptakan SDM Gen Z yang Siap Mental, Siap Kerja”. Webinar yang dilaksanakan secara online pada Sabtu (7/2/2026) ini bertujuan membekali Generasi Z dengan pemahaman komprehensif mengenai dinamika dunia kerja modern, pentingnya kesiapan mental, serta strategi adaptasi terhadap tekanan dan budaya kerja di era digital.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara dari Universitas Pelita Bangsa, Universitas Kuningan, dan Universitas Wiraraja. Webinar diikuti oleh akademisi, praktisi, mahasiswa, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia yang antusias mendalami tantangan sekaligus peluang Gen Z di dunia profesional.
Pada sesi pertama, Fiqih Maria Rabiatul Hariroh, S.E., M.M membahas dinamika SDM baru di era digital. Ia menyoroti potensi besar Gen Z sebagai generasi yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki orientasi kuat pada pengembangan diri. Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan mental yang kerap dihadapi, seperti burnout dini, rendahnya resiliensi, dan krisis arah karier. Menurutnya, strategi pengembangan SDM harus dilakukan secara holistik melalui penguatan soft skills, pembentukan mindset bertumbuh (growth mindset), serta kesiapan mental sebagai bekal utama memasuki dunia kerja yang kompetitif.
Memasuki sesi kedua, Deri Prayudi mengangkat konsep The Gen Z Paradox, yakni kondisi di mana kompetensi digital yang tinggi tidak selalu diiringi dengan resiliensi mental yang kuat. Ia membahas fenomena seperti quiet quitting, cyberloafing, dan AI anxiety sebagai refleksi ketegangan antara nilai generasi muda dengan sistem kerja tradisional. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penguatan emotional intelligence serta kemampuan regulasi emosi menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan mental Gen Z di tengah transformasi digital yang cepat.
Sementara itu, pada sesi penutup, Aryo Wibisono, S.T., M.M menegaskan pentingnya transformasi organisasi dalam mengelola Gen Z secara inklusif dan adaptif. Ia menyampaikan bahwa strategi seperti fleksibilitas kerja, komunikasi yang transparan, pengembangan karier berkelanjutan, serta dukungan terhadap kesehatan mental menjadi kunci dalam meningkatkan engagement generasi ini. Organisasi, menurutnya, perlu menciptakan budaya kerja yang suportif agar Gen Z dapat berkembang secara optimal tanpa kehilangan keseimbangan hidup.
Webinar berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dan para pembicara. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian terhadap isu kesiapan mental dan pengelolaan SDM Gen Z di era digital.




No responses yet