Keadilan Sosial 5.0: Hak Asasi di Era Kecerdasan Buatan

Yayasan Meira Visi Persada (MVP) kembali sukses menyelenggarakan MVP Webinar Series ke-33 pada Minggu (23/11/2025). Webinar kali ini mengangkat tema “Keadilan Sosial 5.0: Hak Asasi di Era Kecerdasan Buatan”, sebuah topik yang relevan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mengulas dinamika hak asasi manusia (HAM) dan keadilan sosial di tengah transformasi teknologi. Webinar berlangsung secara daring dan diikuti oleh peserta dari kalangan akademisi, praktisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang antusias mendalami isu-isu hukum dan sosial di era AI.

Pada sesi pertama, Assoc. Prof. Dr. Suyud Margono, MHum., FCIArb dari Universitas Mpu Tantular membawakan materi bertema “Dinamika Implementasi Artificial Intelligence: Diskursus Hak Alamiah Manusia dalam Sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI)”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana perkembangan AI menimbulkan tantangan baru dalam sistem HKI, khususnya terkait perlindungan hak cipta, kepemilikan karya berbasis AI, serta posisi hak alamiah manusia dalam sistem hukum yang terus beradaptasi dengan teknologi.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Riky Perdana, SE., MM. dari Universitas Muhammadiyah Riau dengan materi “HAM terhadap Pekerjaan di Era Generative AI”. Ia membahas dampak teknologi generative AI terhadap dunia kerja, termasuk potensi pergeseran lapangan pekerjaan dan tantangan perlindungan hak pekerja. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya regulasi dan kebijakan yang mampu menjamin hak atas pekerjaan tetap terlindungi di tengah otomatisasi dan digitalisasi.

Pada sesi terakhir, Dr. Hidayati, S.T., S.H., M.T., M.H. dari Universitas Borobudur Jakarta menjelaskan konsep Keadilan Sosial 5.0 serta urgensi penerapan nilai-nilai keadilan sosial dalam konteks perkembangan teknologi digital. Ia menekankan bahwa transformasi teknologi harus tetap berorientasi pada kemanusiaan, keseimbangan sosial, serta perlindungan hak asasi setiap individu agar kemajuan teknologi tidak menimbulkan ketimpangan baru.

Acara berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dan para pemateri. Diskusi yang dinamis menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu keadilan sosial dan hak asasi manusia di era kecerdasan buatan.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *